Program Home Care Klinik Mahdawiyah Ke-2

Selasa, 05 Juni 2012

infoIPABI - Setelah mengikuti acara wiladah Imam Ali bin Abi Thalib as, Minggu 3 Juni 2012, pengurus Mahdawiyah harus bergegas menuju rumah Ibu Asmanah untuk kembali memeriksa kesehatannya.

Kali ini Bidan Nung ditemani oleh asistennya Ka Ana Hasan, Wakil Bidang Sosial, Ka Nani, Bos Pulsa Ka Qonita dan tak ketinggalan Ka Deasy selaku Ketua Mahdawiyyah.

Ketika sampai di rumah, pasein Home Care, masih terlihat Ibu Asmanah sedang membersihkan kotoran yang tak henti keluar dari perutnya. Tapi, syukurlah kali ini raut mukanya nampak lebih segar. Itupun yang beliau ucapkan saat Bidan Nung menanyakan keadaannya.

Setelah dilakukan tensi, Bidan Nung pun memberikan vitamin dan penyuluhan perawatan luka, sekaligus memberikan kain kasa steril, penutup lubang kotoran dan tambahan obat-obatan. Ini adalah sebuah proses agar Ibu Asmanah dapat belajar duduk. Untuk itu, dengan telaten Bidan Nung mengajarkan proses tersebut setahap demi setahap.

Setelah semua dirasa cukup, kami pun pamit pulang. Semoga di pertemuan berikutnya, kami bisa melihat Ibu Asmanah dapat duduk setelah satu setengah tahun terbaring di atas lantai yang dilapisi sehelai kasur tipis. Semoga.

Redaktur : Deasy Suchland
Continue Reading...

Aksi Perdana PERMATA ABI di Majlis Taklim Al-Hasanah

Minggu, 03 Juni 2012

Tim PERMATA ABI bersama pengurus MT Al-Hasanah (ana/infoipabi)

infoIPABI - Sapu, alat pel, pewangi ruangan, dan kartu Mahdawiyyah sudah siap kami bawa. Peralatan inilah oyang akan setia menemani khidmat kami. Dan Sabtu, 2 Juni 2012 adalah Khidmat pertama kami. Tim pertama yang diluncurkan adalah Ketua Mahdawiyah, Ketua PERMATA, Koorlap PERMATA, Ketua Piket, Wakil dari Klinik, dan Bidang Ekonomi.

Tempat khidmat kami yang pertama adalah Majlis Taklim Al-Hasanah, Kampung Dampit RT 01 RW 06 Ciomas, Bogor.

Seru, berkesan, dan penuh canda ringan saat kami melakukan aktifitas ini. Di tengah-tengah melaksanakan tugas, Koorlap PERMABI, Bang Tedy mengontrol keadaan Majlis yang sedang kami bersihkan. Ternyata ada sedikit hal pembersihan yang ternyata terlewatkan. Kami tidak membersihkan langit-langit majlis yang nampak kotor berdebu, padahal lantai dan kaca sudah kami bersihkan. Jadilah dibersihkan ulang. Waah.. kalau sudah di lapangan seperti itu, bapak-bapak lebih jeli dibandingkan ibu-ibu. Maklumlah karena jam terbang PERMABI yang sudah cukup tinggi. Tak lama, hadir pula Ketua dan Sekertaris PERMABI, menyemangati kerja perdana ini. Pokoknya ini adalah akhir pekan yang penuh kesan. (*)

Redaktur : Deasy Suchland
Continue Reading...

Program PERMATA ABI (Perduli Majlis Taklim Ahlul Bait Indonesia)

infoIPABI - Ini adalah program Khidmat Perdana PERMATA ABI. Dengan mengusung misi khidmat dengan membersihkan Majlis Taklim, pencucian peralatan shalat, dan ikut membantu penyelenggaraan kegiatan hari besar keagamaan dalam skala teknis seperti membantu pencucian peralatan dapur, membersihkan tempat sesuai acara dan hal-hal lain yang sekiranya perlu.

Untuk merilis  program ini agar dapat berjalan, sebelumnya Pengurus Mahdawiyyah telah mengirim surat resmi kepada ketua PERMABI, surat ini ditembuskan langsung kepada ketua dan Pembina IPABI. Dan segera setelah itu bersama Ketua dan Pengurus PERMABI digelarlah rapat internal pada tanggal 27 Mei 2012. Setelah taklim mingguan di Husainiyah Rasul A’zham. PERMABI menyambut bak aksi PERMATA dan akan membantu dari segi komunikasi dan teknis. Memang pada masa ini, PERMATA bagaikan bayi baru lahir yang akan ikut kepada induknya yaitu PERMABI, dan setelah cukup kuat untuk berdiri sang induk akan membiarkan bayi besar itu untuk mengepakkan sayapnya sendiri terbang melanglang di angkasa luas.

Dari hasil rapat, digulirkanlah tanggal awal mula pelaksanaan yaitu tanggal 2 Juni 2012. Dan dengan bijaknya, untuk mensukseskan program ini, Tim PERMABI memberi kesempatan kepada PERMATA untuk menjangkau majlis terdekat meskipun menurut rencana sebelumnya masjid yang akan digarap oleh PERMABI berada pada lokasi yang cukup jauh. Inilah sebuah jalan yang berawal dari kecintaan, semua dibuat mudah mengalir dan menyejukkan.

Terimakasih kami sampaikan yang setinggi-tingginya kepada Ketua PERMABI dan anggotanya.

Shalawat dari kami tak akan henti kami kumandangkan untuk antum semua. (*)

Redaktur : Deasy Suchland
Continue Reading...

Kisah Perdana Aksi PERKABMI (Perduli Kampung Binaan Mahdawiyyah IPABI)

Tim PERKABMI (maemunah/infoipabi)

infoIPABI, Minggu, 24 Mei 2012 - Pagi yang cerah, tim perdana PERKABMI siap beraksi hari ini. Bidan Nung sebagai ketua tim pagi itu sudah stand by di Husainiyah. Meskipun lokasi tempat tinggalnya paling jauh di daerah ciputat sana, tetapi untuk urusan kedatangan, kalah lah kita (anggota PERKABMI lainnya) yang tinggal di Ciomas.

Setelah siap mengenakan rompi anti galau bertuliskan punggung “MAHDAWIYYAH”, kami pun membaca doa Faraj terlebih dahulu yang dipimpin langsung oleh Ibu Rofi, dengan harapan semuanya dapat memperoleh ridha-Nya Allah Swt, Rasulullah Saw, beserta Ahlulbaitnya alaihimussalam.

Tak berapa lama mobil Bang Tedy, (masykurin ya bang Tedy) yang mengantar khidmat pertama kami sampai di depan pelataran sebuah mesjid. Dari sini perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki, menyusuri gang dan jembatan sungai Cisadane, lutut ini agak terasa grogi, maklumlah belum terbiasa. Seruan teman sejawat yang mengingatkan jangan lihat ke bawah, belum juga menghilangkan rasa ngeri berada di ketinggian. Padahal di bawah sungai sana, anak-anak asyik berenang dengan riang. Hmm.. betul-betul suasana yang teduh dan damai.

Akhirnya sampai juga kami di tempat tujuan. Sebuah PAUD yang bernama Bina Warga Muslim (BWM) yang kepala sekolahnya adalah Bu Dedeh menyambut kami dengan riang.

Acara pun mengalir, dimulai dengan pembukaan oleh Bu Dedeh yang menyatakan akhirnya saat yang ditunggu-tunggu sejak lama akhirnya tiba juga selain harapan program ini akan mendapatkan manfaat bagi para ibu peserta didik di lingkungan Bina Warga Muslim dan Kebon Manggis. Sesi kedua dilanjutkan dengan perkenalan oleh Ketua Majlis Mahdawiyyah yang memperkenalkan anggota PERKABMI saat itu.

Setelah usai perkenalan, dimulailah kelas ibu-ibu oleh Bidan Nung memaparkan materi pokok yaitu pemberian makanan bergizi bagi bayi yaitu ASI, ditinjau dari segi bagaimana Islam sangat menganjurkan pemberian ASI serta bagaimana Islam mengatur tata cara pemberian ASI, antara lain:

Sebaiknya dalam keadaan berwudhu dan sang ibu dalam keadaan yang rilex, serta usia anak harus disapih dari ASI. Sepertinya para ibu yang hadir baru mengetahui hal-hal tersebut, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang digulirkan.

Sesi kedua adalah paparan tentang penyakit kanker payudara. Penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita Indonesia ini dapat dikurangi resikonya dengan menyusui bayi sampai berumur 2 tahun. Begitulah Bidan Nung memaparkan tips-tipsnya.

Selain metoda pemaparan materi, tim PERKABMI juga telah melakukan tanya jawab dengan para peserta tentang keadaan di wilayah masing-masing. Mereka berdatangan tidak hanya dari lingkungan sekitar PAUD Bina Warga Muslim, tetapi juga yang berasal dari kampung Rambutan, kampung Keramat, Pancasan bawah dan Lebak sari.

Cerita pun mengalir dari beberapa peserta, ada yang bercerita seorang bayi usia 3 bulan yang kekurangan gizi akibat sang bundanya meninggal sehingga bayi tersebut terpaksa dirawat oleh neneknya yang sudah berusia lanjut, atau bahkan pasien gangguan jiwa yang terpaksa dirawat di rumah karena tak sanggup membayar biaya rumah sakit. Dan menurut salah satu peserta pula, pasein gangguan jiwa terdapat di beberapa tempat di daerah tersebut, akibat ketidakmampuan bertahan dalam kondisi kehidupan yang terpuruk.

Inilah yang PERKABMI akan coba analisa, atas inisiatif Bidan Nung, akhirnya peserta yang hadir pada saat itu telah terbagi menjadi 4 Gugus Kerja. Selanjutnya mereka akan dijadikan kader untuk membuat Pos Gizi di lingkungan masing-masing dan pembentukan sebuah Majlis Doa di wilayah yang rentan akan gangguan jiwa. (*)

Redaktur : Deasy Suchland
Continue Reading...

Program Kerjasama Mahdawiyyah dengan Puskesmas di 4 Kecamatan

infoIPABI - Selain program PERKABMI, Mahdawiyyah kini juga telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan 3 PUSKESMAS dari 4 PUSKESMAS yang dicadangkan. Maka jangan heran jika nama Mahdawiyyah akan biasa dilafalkan oleh para petugas administrasi di 4 wilayah yaitu PUSKESMAS Kayu Manis, PUSKESMAS Gunung Batu, PUSKESMAS Pasir Mulya dan yang akan dirilis adalah PUSKESMAS Ciapus. Sementara untuk Warga di wilayah Kampung Manggis dan pancasan kami mengarahkan untuk berobat di Klinik Mahdawiyyah. Sekitar 126 orang kini telah  mendapatkan identitas kartu berobat dari Mahdawiyyah.

Hmm… rasanya ada haru campur bahagia karena nama Mahdawiyyah akan akrab di telinga masyarakat. Terlebih kata itu adalah doa dan harapan kami atas penantian Imam Mahdi ‘Ajjalallah ta’ala farajahusyarif.

Redaktur : Deasy Suchland
Continue Reading...

Program HOME CARE Klinik Mahdawiyyah

Selasa, 29 Mei 2012

Ibu Asmanah (deasy/infopiabi)

infoIPABI - Di saat proses kerjasama Klinik Mahdawiyyah dan Puskesmas Kayu Manis tengah dalam proses. Pengurus mahdawiyyah mendapati salah satu pasein yang akan kami berikan kartu berobat gratis, tengah terbaring sakit.

Sebuah operasi besar yang menjadikan keadaannya harus terbaring selama 2 tahun terakhir dan hanya melakukan segala kegiatan di tempat tidur.  Asmanah, nama ibu muda ini. Tinggal di sebuah rumah petak dan terbaring lemah. Tangan kecilnya tak henti membersihkan kotoran dari perutnya yang dilubangi sebagai hasil operasi dokter.

Menurut penuturan adik yang merawatnya mereka sangat kesulitan untuk membeli kain kasa steril untuk membersihkan kotoran yang tak henti keluar. Sebagai gantinya mereka memanfaatkan kain-kain perca atau bahkan menggunting sprei dan baju untuk dijadikan lap. Tentu saja hal ini sangat tidak higienis. Akhirnya setelah kami melakukan pembicaraan dengan Team Klinik Mahdawiyyah, Bidan Nung menggullirkan program Home Care untuk merawat luka pasein tersebut. Dengan harapan luka tersebut dapat sembuh dan bisa dilakukan operasi kembali agar pembuangan kotoran bisa normal kembali. Maka selepas program PERKABMI didampingi wakil dari Dana Mustadafin kami memulai melakukan program tersebut pada tanggal 24 Mei 2012. Keluarga  Ibu  Asmanah pun menyambut dengan haru dan suka cita. Sulit rasanya mengatakan kata sabar bagi keluarga ini, karena mungkin mereka lebih menjalani arti sabar dibandingkan kami.

Kami memohon doa dari semua pihak untuk kesembuhan pasien Asmanah. Agar beliau bisa kembali menjalankan tugasnya sebagai seoranng ibu dari dua orang anak yang masih sangat membutuhkan perhatian sang bunda. Semoga...

Redaktur : Deasy Suchland
Continue Reading...